[Discuss with Me! 04] Ridho Allah itu apa?
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Hi guys, hihi. Lagi pengen mengutarakan sesuatu nih, semoga setiap kata dan kalimat di blog ini memberikan kebermanfaatan kepada kita semua yaa :))
Langsung aja deh.
Dulu -gak dulu-dulu banget sih, ya pokoknya beberapa tahun terakhir, sering banget berkelakuan “asal kegiatan itu positif, it’s okay, dicoba aja”. Salah satunya ya karena itu salah satu dari beberapa ucapan yang kerap diucapkan Bapak ketika aku meminta ijin dan pamit untuk melakukan sesuatu. Ku pikir, insyaAllah yg ku lakukan ‘akan selalu’ positif untuk ke depannya, jadi pasti Bapak akan selalu setuju dengan berbagai aktivitasku di masa depan. Toh Bapak juga orang yang cukup legowo dan ‘manut-manut aja’. Tapi... Ketika aku mengingat itu sekarang, naif sekali. Berpikir bahwa aku tidak akan pernah jatuh ke lubang.
Kerap kali ku dengar juga tentang “ridho Allah adalah ridho orang tua”. Dulu, aku sangat memandang enteng perkataan itu. As you see, Bune manut sama keputusan Bapak, dan Bapak manut sama opini dan sudut pandangku tentang kegiatan yang hendak aku lakukan. Lebih banyak kata “terserah adek” daripada “jangan” atau “lakukan ini/itu”. Akhirnya, aku lebih sering memutuskan apa-apa sendiri dan beranggapan bahwa “semoga kegiatan ini positif dan aku melakukan ini karena niatku memang untuk X, Y, Z.” Lalu, bagaimana dengan ridho Allah? Aku anggap Allah sudah ridho. Sungguhhh sok tau sekali Hanna kala itu.
Begitu pula ketika aku terpeleset dan tersungkur masuk ke dalam suatu lubang. Aku selalu berharap bahwa beberapa hal yang ku lakukan ini/itu baik dan semoga Allah ridho. Walaupun, pada saat itu aku mulai tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk -tapi berani berharap "semoga yang ku lakukan 'baik'" tanpa tahu definisi perilaku yang baik itu bagaimana. Kemudian, tibalah di suatu titik, ketika aku menyadari banyak hal-hal yang tidak berjalan sesuai yang diharapkan, banyak hal yang menyakitkan terlewati. Lalu tertegun, "Aku begini-begitu... Allah telah dan selalu melihatnya......
Apa ini salah satu hal yang Kau ridhoi?
Sebenarnya, apa hal-hal yang Kau ridhoi?"
Seperti orang buta, itu yang mungkin bisa aku gambarkan sekarang. Seolah-olah pengertian tentang apa itu 'ridha Allah' itu hilang, seolah-olah tujuanku hanya menyenangkan satu pihak saja. Syirik -menyekutukan Allah, yang saat itu ku kira bermakna non-muslim, ternyata bukan itu. Cinta karena Allah, katanya, tapi aku menggadaikan Allah untuk cinta. Cinta karena Allah, dalihnya, tapi aku melepas Allah untuk cinta tetapi masih percaya bahwa Allah ridho atas apa yang aku lakukan.
Berulang-kali Allah ingatkan, berulang-kali aku kembali, tapi nyatanya untuk teguh/istiqomah terhadap hijrah sangatlah sulit. Yang kukira aku sudah hijrah sejak jaman lulus SMA, ternyata justru semakin tergerus. Yang kukira aku sudah hijrah setelah semuanya kuungkapkan, ternyata justru semakin terpental. Tapi, semakin tergerus dan semakin terpentalnya aku, Allah gak pernah capek dan berputus asa dalam 'menggenggam' tanganku lagi, lagi, lagi, lagi, lagi, lagi, lagi, lagi, dan lagi. Seolah-olah Allah mencoba menolongku dan berbisik, "Tuh kan, manusia tuh jangan dijadikan tempat berharap. Percaya tuh jangan sama mereka, manusia tuh ringan tangan maupun hatinya". Miris banget dulu gak pernah mengindahkan kata-kata itu, baru ter-'dengar'-nya waktu akhir 2020 kemarin hehe.
Yaaaa... in the end, aku gak menyesal atas apa yang aku NIATkan. Tapi aku cukup menyesal atas apa yang aku LAKUKAN. Salah satu pelajaran juga dari Bapak dan Bune, niat adalah yang utama. Alhamdulillah, gak terpuruk terlalu sering, gak juga terbayang-bayang. Alhamdulillah, Allah kasih orang tua yang terlampau baik sama anaknya hehe. Cuma kadang iri sama temen-temen, andai orang tuaku sedikit lebih muda lagi, mungkin aku bisa lebih lama sama Bapak sama Bune... hehe, manusia emang dahhhh jarang banget bersyukurnya :( maaf ya Allah. Bune tahun ini 59 tahun, Bapak 63 tahun, tapi anak gadis satu-satunya ini malah belum bisa berbuat banyak... belum bisa pesenin sekapling di Surga buat bapak sama ibu.... :"(
Haaahh.
Ya segitu dulu aja kali yak. Semoga bermanfaat, bisa jadikan muhasabah diri buat kita semua, bisa jadi booster imaan buat yang lagi futur, bisa lebih banyaaak lagi bersyukur!
Syafakallah wa barakallahu fiik, guyz.
Dadah!
Bonus gambar Ran-chan rekkkk hihi. Strong banget yak dia, masyaAllah, dah hampir 1 bulan bunganya gak jatoh 🤩


Komentar
Posting Komentar