[Hanna & Cerpennya 08] Don't Say Goodbye (FanFiction EXO-SNSD)
Halo semua~
Puasa 9hari nggak posting di blog, nih. Hoho. Lagi sibuk sama tugas (Duilee). Oiya, gue kambek bawa 2 cerpen gue. Semoga lo semua pada seneng, ya. Maap awkward alur ceritanya :v abisnyaaa.., gue ambil cerpen-cerpen dulu gue, sih. Sekarang lagi nggak ada waktu buat bikin cerpen. Yah, have fun, deh, ya!
Tinggalkan jejak, ya! ;;)
FF Luhan EXO - Taeyeon SNSD (LuYeon/TaeHan/TaeLu/LuTae)
TAEYEON pov.
Aku, Kim Tae Yeon, seorang putri Wakil Gubernur di Korea,
akan di jodohkan dengan putra Presiden ternama di Korea yg tak kutahu nama dan
wajahnya. Aku akan di jodohkan dengan orang asing. Aku tak mau menikah dengan
orang yg tak kutahu asal muasalnya, dan memilih untuk kabur dari rumah. Aku
keluar rumah menggunakan daster putih berlengan panjang. Tak berbekal apapun,
aku memutuskan untuk mengikuti truk sampah. Aku naik ke box truk sampah itu dan
bergabung dengan para sampah ibu kota.
‘Hfft.. bauunyaaa..’ pikirku sambil menutup hidung. Sungguh
bau disini!
Braak! Braakk! Ckleekk!
Deg! Pintu box akan dibuka! Duh, bagaimana ini? Kalau aku
ketahuan, aku akan dimarahin appa habis-habisan, gumamku. Ah, aku menemukan
sebuah karung besar di pojok sana. Dengan nyali yg cukup besar, aku masuk
kedalam karung penuh sampah itu.
Claakk!!
Pintu box terbuka. Mereka membawa karung yg aku tempati saat
ini ke sebuah rumah. Aku tak tahu ini di daerah mana. Walaupun aku dapat
mengintip dari lubang kecil di karung ini. Arrghh... lepaskan dan turunkan aku...
aku sudah kebauan disiniiii...
Braakk!!
Aku pingsan setelah karung yg aku tempati saat ini
dilemparkan begitu saja. Tubuhku remuk.
LU HAN pov.
Braakk!!
“Eh? Apa?!” pekikku sambil menyeruput secangkir kopi dan
melipat koran yg aku baca pagi ini.
Aku melangkah menuju beranda rumah untuk mengecek apa yg
terjadi. Kuturuni tangga kecil di beranda rumahku. Aku menengok kanan dan kiri,
‘Ada apa?’ sambil mengendus-endus.
Sraakk!!
Aku menoleh. ‘Apa tadi?’. Aku menyelidiki ke arah yg ‘berbunyi’
itu. Mencari sesuatu.
Sraakkkk!!
“Heehh?!” teriakku kaget. Karung sampah itu bergerak! Aku
yakin, karung itu bergerak!
Bulu kudukku berdiri. ‘Jangan-jangan............ hantu?!’
gidikku makin menjadi. Aku meraba-raba karung itu.
Sraakkk!!!
“Uwaaaaaaaaa!!” teriakku yg disusul dengan jatuhnya aku. Sungguh
kagetnya bukan main.
Aku memberanikan diriku untuk membuka karung itu. ‘Ehh?!’ apa
yang kulihat sekarang?! A.. ada wanita di dalam karung ini! Apakah dia
baik-baik saja?
Aku menggotong wanita itu ke dalam rumahku. Kubaringkan dia
di ranjangku yg empuk. Kemudian, ku perhatikan wajahnya, ‘Wah, yeoja yg
cantik..’ gumamku sambil menaruh kepala wanita itu. Aku berlari menuju dapur
untuk menyiapkannya semangkuk bubur dengan soba, dan secangkir teh hangat.
Lalu, kuletakkan itu semua di meja kecil di sebelah ranjangku.
TAEYEON pov.
Ukh... kepalaku pusing... tapi, kenapa karung yg tadi aku
tempati bisa seempuk ini, ya?
e... empuk?! EMPUKK??!!
Aku melebarkan mataku. Melihat sekeliling. Lho, ini rumah
siapa?! Ranjang siapa?! Dimana aku sekarang? A... apakah aku ada di rumah
seorang om-om?! Kyaaaaaaaa!
Tu.. tunggu dulu. Aku menoleh ke kanan. Ah, ada namja... yg
sedang memperhatikan gerakanku barusan! Blush....
pipiku memerah.
“Selamat pagi” salamnya smabil tersenyum manis ke arahku. Ia
berjalan ke arahku. Deg!
“Se.. selamat pagi. A.. aku dimana, ya?” tanyaku sambil
menarik selimut untuk menutupi tubuhku.
Namja itu tertawa kecil melihat tingkahku. “Kau dirumahku.
Aku orang baik, kok. Hehe.. Oh ya, kau harus makan dulu. Ini, aku siapkan bubur
dan soba. Makanlah!” ujarnya seraya menyerahkan mangkok itu ke arahku. Aku
hanya menelan ludah.
“Tak ku racuni, kok. Ayo, dimakan! Aku khawatir jika kau tak makan,
nanti badanmu makin kurus, lho” ia mengambilkan sendok dan menyuapiku dengan
lembut. Ah.. sepertinya ia memang orang baik.
“Hmm. Syobanya enyak...”
“Ssstt. Jangan bicara sambil makan.”
Aku mengangguk dan tersenyum. Dia tersenyum balik. Senyumnya
manis..... sekali!
LUHAN pov.
Yeoja di depanku ini makan makananku dengan lahap! Ah,
senangnya melihat dia tersenyum. Senyumnya manis..... sekali!
“Ah, namamu siapa?” tanyanya seraya tersenyum simpul.
“Namaku Xi Lu Han. Panggil saja aku Luhan. Kau?”
“Namaku Kim Tae Yeon. Panggil saja aku Taeyeon. Hihihi..”
“Hei, kau meniru ucapanku!”
“Hei, aku meniru ucapanmu!”
Hahaha. Pagi ini, aku ditemani makhluk mungil yg manis, ceria
dan suka bercanda. Tak terasa, bubur dan sobanya sudah habis. Aku kembali ke
dapur dan mencucinya. Sekejap aku memandangnya yg terbaring di tempat tidur
sambil tersenyum. Aku ikut tersenyum dibuatnya.
Kemudian, aku kembali ke pekerjaanku yg sempat tertunda. Ya,
belajar. Aku seorang mahasiswa di salah satu universitas terkenal di Seoul,
Korea Selatan.
TAEYEON pov.
> Malam
Aku membaringkan badanku yg masih agak sakit karena di
banting oleh tukang sampah tadi. Berusaha memejamkan mataku. Ah, tapi tak bisa.
Lalu, ku lirik namja yg bernama Lu Han itu. Ia sedang belajar. Hmm, belajar
apa?
Aku berusaha bangun dan sedikit menggerak-gerakkan seluruh
badanku. Lu Han memandangku sekilas dan kembali membaca. Sepertinya dia memang
sedang serius belajar. Ah, bagaimana kalau aku tanyakan saja.
“Ah, yeoboseyo..
sedang belajar apa?” tanyaku seraya duduk di sampingnya.
“Belajar astrologi. Aku kuliah di salah satu universitas
terkenal di Seoul dan mengambil jurusan perbintangan.” jawabnya sambil
tersenyum manis. Deg! “Kau sudah baikan, ya?” Ia bangun dari tempat duduknya
dan berjalan menuju sebuah lemari.
“Ne.”
“Aku mau nunjukin sesuatu buat kamu.” ujarnya. Ia lalu
mengeluarkan sebuah kardus berbentuk balok. “Ini teleskop. Kajja! Kita liat bintang. Bintang di sini terlihat bagus, lho!”
Aku menganggukkan kepalaku dan mendekat ke arahnya. Berusaha
membantunya mengeluarkan teleskop yg cukup besar itu.
LUHAN pov.
Ia menghampiriku dan mengulurkan tangannya.
“Sini, aku bantu.” ucapnya. Aku memandangnya lalu tersenyum
simpul.
“Ah, aniyo. Kau kan masih terlihat kelelahan.
Jangan dipaksakan, ya.” Aku menarik tangan mungilnya dan menggenggamnya.
Kulihat, pipinya memerah. Di dalam hati, akupun juga merasa demikian.
TAEYEON pov.
Aku disuruh menunggu di teras belakang rumahnya. Aku
menggangguk pelan dan mendengus.
Malam itu, aku dan Lu Han menikmati malam yg benar-benar
indah ini. Ia mengajariku banyak hal tentang perbintangan. Menjelaskan
rasi-rasi bintang. Menjelaskan planet-planet yg ada di luar angkasa.
Menjelaskan semuanya.
Ah, tak terasa. Kami sudah disini
sangat lama. Aku mulai mengantuk.
LUHAN pov.
Yeoja bernama Taeyeon ini beberapa kali menguap. Di dalam
hati, aku hanya tertawa geli melihat kelakuannya.
“Taeyeon, kau mengantuk?” tanyaku sambil mengusap kedua
pipinya yg agak chubby.
“Ah, a.. aniyo” jawabnya sambil tersenyum
manis ke arahku. Aku blushing di
dalam hatiku. Ku balas senyumnya.
Secara tak sadar, aku memeluknya. Taeyeon kaget melihat
tingkahku. Tapi ia tetap diam. Kemudian, ku ulur pelukanku. Aku meraih
kepalanya dan mendekatkannya ke arahku. Lalu,
Chu! ♥
Setelah berciuman cukup lama, aku menggotong Taeyeon ke
ranjangku dan membaringkannya. Tenang, aku orang baik-baik. Aku cuman ingin ia
tak terbangun dari alam mimpinya. Ya, saat aku lepaskan ciumanku, tiba-tiba
saja matanya terpejam. Ternyata ia tertidur! Aku baru melihat yeoja seperti
dia, dan malam itu tak henti-hentinya aku tertawa.
To Be Continued...


huaaaaaaaaaaa luhannnn taeyeonnn suka bangettt chinguuu
BalasHapusoya semoga ff nya gk sad ending kayak mv asli nyaa musti happy ending yaa thorrrrr
lanjuttttt donkk thorr jeballll
Lanjutin thor
BalasHapus