[Hanna & Cerpennya 05] I'll do it for you.
I do It for you!
Gea. Siapa
yg tak kenal dengan cewek ini? Cewek ini sungguh tomboynya minta ampun! Jangan
harap akan selamat walafiat jika berantem dengan cewek ini. Jago karate (karena
ia ikut klub karate, dan sudah memegang sabuk hitam), jago taekwondo (karena
ayahnya mengelola sebuah pelatihan taekwondo terkenal di kotanya), dan jago
tinju (karena dari kecil Gea suka lihat tv yg menayangkan tayangan tinju).
Berparas cantik, imut dan bodynya yg ideal membuat Gea dikejar-kejar cowok
se-sekolahnya.
“Gea, hari
ini kamu dapet coklat lagi?! Fiuh.. cowok itu tak berhenti-hentinya mengikutimu!
Tinju saja dia, Ge!” sorak Lani, sahabat Gea. Saat itu mereka sedang ke loker
untuk mengambil bekal Gea. Biasanya ia taruh di loker.
“Haha. Biar
aja, ah! Toh kita bisa makan coklat ini sepuasnya! Hehe—” belum selesai Gea
berbicara..
“Kasih
coklatnya satu, ya, Ge!” seorang cowok nyelonong mengambil coklat yg Gea dapat
dan memakannya dengan rasa nikmat di depan Gea. Ukh. Gea tak bisa membalas
cowok itu dengan tinju maupun karatenya. Tapi ia mengepalkan tangannya.
“Hei! Itu
coklatku! Kenapa kau makan, hah?!” geram Gea.
“Jadi orang
jangan pelit-pelit amat, yee.. Cewek kok makan coklat banyak gini sendirian!
Haha! Ntar endut!” cowok itu tertawa terbahak-bahak sambil sesekali melumat
tangannya untuk menghilangkan sisa-sisa coklat.
“Dasar! Mau
kutinju?! Hah?!” sewot Gea. Ia kehabisan kata-kata.
“Haha! Lucu,
deh!” ia menyubit dan mempermainkan pipi Gea yg memang agak tembem.
“Hei! Nanti
pipiku meraaaah!” Gea menepis tangan cowok itu.
Cowok itu
malah kabur. Huh..
“Hihi..
David usil amat!” ucap Lani sambil cengengesan melihat pipi sahabatnya merah
seperti tomat.
“Huh.. jadi
merah kan..” dengus Gea sambil
mengusap-usap pipinya. Pipi Gea merah bukan karena pipinya dicubit dan dipermainkan
saja. Ada sebab lain yg membuatnya bertambah merah..
***
Pulang
sekolah, Gea harus latihan karate. Walau sudah memegang sabuk hitam, ia tetap
harus mengasah, mengasah, dan mengasah agar selalu lancip. Tapi, sebelum ia
pergi ke tempat klub, Gea harus ganti baju, makan, dan sholat dulu.
‘Sholat?
Udah. Makan? Udah. Ganti baju? Done. Masih 1½ jam lagi, ngapain, nih?’
batinnya. Kerutan di keningnya muncul. Bingung. Akhirnya Gea memilih untuk
bertwitter ria. Oh! Ada yg men-dm dan nge-RT post-post twitternya.
Jrekkk!
“Uhuukk!
Uhuukk!” Gea tersedak. Apa ini? David mem-follow-nya? Wah, kemajuan yg sangat
peeeeeesat. David juga meng-RT beberapa post Gea! Wah, ini harus diberitakan
pada Lani.
Begini
postnya plus udah di reply Gea :
Ngerasaa~ -o-” RT @Davidpradith_
: Haha! Aku, ya? :p RT @GeaK__ : Huh, sebel deh, liat si dia suka nyelonong
ambil coklatku! Hargai dikit dong :|
Bisaa! Aku bakal berusahaa! -,-
RT @Davidpradith_ : Liat, apakah kamu bisa.. :p RT @GeaK_ : Katanya cowok gak
suka cewek tomboy :| yesungdah, aku jadi cewek feminim ajaah
(cuman didepan dia :p)
Di post
terakhir tadi, Gea agak nyesek. ‘Vid, aku akan jadi cewek feminim di hadapanmu!
Liat aja!’ batin Gea sambil mengepalkan kedua tangannya. Fighting, Gea!
***
Esoknya, Gea
berpakaian ala cewek normal. Karena Gea biasanya menggunakan celana panjang di
luar rok diatas lututnya. Kata Gea, risih. Tapi ia melawan rasa risihnya itu
demi tampil feminim di depan cowok yg ia sukai.
“Wah.. Gea,
kok tumben pakai rok..” Lani melongo liat sahabatnya berubah yg tadinya super
duper anti rok, sekarang pakai rok, walaupun roknya ia pegangi terus, takut
kebuka, katanya.
“I.. iya,
hehe. Gimana?” tanya Gea. Matanya memelototi anak-anak cowok yg melihat dan
mencuri pandang ke kaki Gea yg memang putih dan cantik.
“Gi..
gimana,ya? Kataku sih cantik..” jawab Lani. Jujur. Memang, hari ini Gea tampak
cantiiiik sekali. Apalagi dipadu dengan kepangan yg ia poncot kuda-kan.
Brak! David
datang..
“Yo! Gea,
Gea, Yo! Kau sudah liat mentionku, yo! Sudah belum, yo! Yo—” ucapan David
terpotong ketika melihat Gea tak pakai celana panjang. Gea yg melihat
kedatangan David langsung Blushing.
Tanpa Gea sadari, David di dalam hati juga Blushing.
‘Hari ini kau cantik sekali, bidadariku.. jauh lebih cantik. Dan kau memperlihatkan
sisi feminimmu..’ batin David sambil mengelus-elus dadanya yg dag-dig-dug.
“Ehm... Ge..
Gea! Yo! Ge... Gea, yo! Selamat Pa—”
“Hei, Gea!
Nanti makan siang sama aku yuk! Kamu pagi ini cantik... banget! Aku suka!” puji
Neil, salah satu teman sekelas Gea. Ucapan David barusan terpotong melihat Neil
merangkul dan memuji Gea. Rasanya ingin marah! David sadar, kalau hatinya
cemburu.
Dug!!
David
memukul pipi Neil. Kecemburuan David sudah diujung. David menarik tangan Gea
dan membawanya ke lapangan upacara. Mata David menatap mata Gea penuh arti. Gea
mengerutkan kening, tak tahu maksud tatapan David.
David meraih
kedua pundak Gea.
“Aku suka
kamu, Gea. Lebih dari yg kamu bayangin. Aku bisa buktiin cintaku ke kamu dengan
memproklamasikannya pada seluruh murid di sini. I Love You, Gea...” David
memeluk Gea.
“I Love You,
too..” desah Gea.
Ia bisa
merasakan getaran jantung David dan kehangatan tubuh David melalui dadanya.
Saranghae.. ♥

Komentar
Posting Komentar