[Hanna & Cerpennya 09] She's mine, However She Wears! (FF EXO x AKB48) - Chapter 01
She’s mine, however she wears!
Main Cast :
- - Luhan EXO
- - Sayaka ex-AKB48
Other Cast :
- - Sae SNH48
- - Sehun EXO
-
etc.
***

Hari
ini aku sedang jalan-jalan ke Korea Selatan. Tujuanku kesini karena Miyazawa
Sae, anak bandel nan tomboy –yang sepertinya sama denganku, ingin bertemu
seseorang. Menurut ucapan Sae, ‘seseorang’ itu adalah member boyband ternama di
Korea Selatan. Perawakannya tinggi, putih, suaranya imut (menurutnya), dan
berwajah derp-face tetapi cool.
Karena aku penasaran siapa ‘seseorang’ itu, akupun mengiyakan ajakan Sae untuk
menemuinya di sebuah cafe di daerah Seoul.
“Deshou? (benerkan apa kataku?)” Sae
tersenyum lebar lalu berjingkrak-jingkrak riang.
Seoul
bener-bener kota yang ind–
BRUK!
“Aduh!”
teriakku. Aku menyeringai kesakitan melihat bekas luka di lututku.
“Eh?
Mianhae! Kamu nggak apa-apa?” tanya
seseorang dengan suara lembut.
Aku
tertegun. Hatiku tak
henti-hentinya terkagum-kagum dengan suara yang barusan ku dengar.
Aku menoleh menghadap si sumber suara itu.
“Whoaa!
Kawaii! Hontouni kawaii anata wa!” decakku kagum sambil meraba-raba wajah mulus itu.
Matanya bulat indah, rahangnya sempurna, hidungnya mancung, pipinya putih mul– ‘Gawat! Aku tanpa sadar memegang-megang
wajahnya! Baka! Baka!’ gumamku ricuh dalam hati.
“Ah.. moushiwake
arimasen! Hontouni moushiwake arimasen!”
–tiba-tiba Sae membalikkan tubuhku dan memaksaku untuk menundukkan badan. “Eh, etto.. maksut kami, Mianhae!” Sae meralat permintaan maafnya mengganti dengan bahasa
Korea.
Laki-laki
kawaii itu tersenyum. Seseorang di
sampingnya menyikut lalu membisikkan sesuatu. Dengan agak canggung, laki-laki
kawaii itu berbicara tetapi tetap dengan suara yg lembut, “Hmm.. Nippon? (dari Jepang?)”
Aku
dan Sae terkejut lalu menghentikan sikap permintaan maaf kami. ‘Oh pasti karena kamu tadi teriak-teriak
pake bahasa Jepang!’ Sae menatapku sambil memberi isyarat –lebih tepatnya
menyalahkanku. Matanya
menusuk-nusuk tajam.
“Ne.. anata
wa- ah, nuguya?” Sae meralat
perkataannya lagi. Sepertinya anak bandel ini masih belum begitu bisa
menyesuaikan kata-katanya –walau sebenarnya aku lebih parah daripada dia.
Laki-laki
kawaii itu menatap laki-laki yang di
sampingnya, kemudian tersenyum. Mereka mengajak kami ke tempat yang lebih sepi.
Aku curiga, jika mereka berani macam-macam denganku dan Saecchan maka akan ku
bunuh mereka berdua –sudah lama juga aku nggak menghabiskan nyawa orang.
“Mianhae sudah membawa kalian ke tempat
yang sepi. Kami tidak ingin fans kami menemukan kami. Oh iya, Luhan imnida. Yoroshiku,” ucap laki-laki kawaii
bernama Luhan itu dengan suara lembut. Aku sedang menahan agar tidak menyentuh
wajahnya yang imut itu.
Tanganku padahal sudah meronta-ronta ingin menyentuh wajahnya.
“Sayaka
imnida. Yoroshiku onegaishimasu!” ucapku riang.
“Sae
imnida. Bangapta!” ucap Sae dengan wajah imut –bener-bener deh ini anak,
kalau udah ketemu cowok, sifat ceweknya keluar.
“Sehun
imnida. Bangapta,” ucap laki-laki di samping Luhan, kemudian membuka
tudung-hoodienya. Sae terkejut lalu membelakakan mata. Aku menatap bingung Sae,
‘kenapa nih anak? Jangan-jangan kumat,
gawat nih kalau kumatnya disini’.
Aku
mencolek-colek Sae, “Saecchan, daijoubu?”
tanyaku. Matanya masih meneliti setiap inchi tubuh laki-laki di depannya,
Sehun. Sehun yang merasa sedang ditatap lalu berdeham. Sae kemudian tersadarkan
diri –syukurlah.
“Ano..
Sehun dari EXO, deshou?” Sae bertanya
dengan mata serius. Aku makin bingung. Sae lalu meneruskan pertanyaannya,
“Miyazawa Sae desu. Bukankah kamu
hari ini akan bertemu denganku di cafe?” –aku terbelakak.
..........OH INI TOH ORANGNYA!

Komentar
Posting Komentar