[Hanna & Cerpennya 10] She's mine, However She Wears! (FF EXO x AKB48) - Chapter 02
She’s mine, however she wears!
Main Cast :
- - Luhan EXO
- - Sayaka ex-AKB48
Other Cast :
- - Sae SNH48
- - Sehun EXO
- etc.
***
Hari ini aku sedang jalan-jalan ke Korea Selatan. Tujuanku kesini karena Miyazawa Sae, anak bandel nan tomboy –yang sepertinya sama denganku, ingin bertemu seseorang. Menurut ucapan Sae, ‘seseorang’ itu adalah member boyband ternama di Korea Selatan. Perawakannya tinggi, putih, suaranya imut (menurutnya), dan berwajah derp-face tetapi cool. Karena aku penasaran siapa ‘seseorang’ itu, akupun mengiyakan ajakan Sae untuk menemuinya di sebuah cafe di daerah Seoul.
Setelah pertemuan itu.....
Setelah pertemuan itu.....
----- Chapter 02 ------
“Ano.. Sehun dari EXO, deshou?” Sae bertanya dengan mata
serius. Aku makin bingung. Sae lalu meneruskan pertanyaannya, “Miyazawa Sae desu. Bukankah kamu hari ini akan
bertemu denganku di cafe?” –aku terbelakak.
…..OH INI TOH ORANGNYA!
‘Putih, iya. Tinggi, iya. Derp-face tapi cool, iya. Tapi, tunggu dulu, suaranya imut? IMUT DARIMANA COBA? Sae, kamu
itu pura-pura baka atau beneran
baka, sih?!’ aku memaki-maki Sae
dalam hati. Sekarang julukannya tambah satu, Si anak-dengan-pemikiran-aneh.
Sehun
terdiam sejenak, lalu bibirnya tersenyum. ‘Haik!
Ganteng!’ teriakku dalam hati, ‘pemikiran
aneh tapi ini anak pinter banget kalau milih-milih cowok!’ lanjutku. Aku
merasa bangga dengan Saecchan, seperti ibu melihat anaknya sudah tumbuh dewasa.
‘Yosh! Aku harus menyukseskan
perjalanan cinta Saecchan si anak-dengan-pemikiran-aneh-tapi-pinter-pilih-cowok
itu!’ teriakku dalam hati. Aku kemudian menarik tangan
Luhan dan memberi isyarat untuk ‘biarkan saja mereka berdua!’.
“Saecchan,
sepertinya aku lapar! Dan laki-laki kawaii
ini, eh maksutku Luhan-san tahu tempat dimana yang enak! Sehun-san, aku
titipkan Saecchanku yang manis itu padamu ya!” teriakku menjauh dari mereka
berdua. Setelah lepas dari pandangan mereka berdua, aku bernafas lega.
“...Sayaka-noona?” panggil Luhan.
“Ne?”
aku menoleh.
“Tolong
lepaskan tanganmu, kita dilihat banyak orang,” bisik Luhan. ‘GYAAA!! Tidak, gawat, bakaa!’ teriakku dalam hati lalu melepaskan
tangannya.
Luhan
tersenyum manis.
Deg!
Deg!
‘Dia ternyata bisa kawaii
dan ganteng juga.. mengerikan..
benar-benar membuatku berdebar-debar,’ gumamku.
“Ne, sekarang kita akan kemana, noona?”
tanyanya spontan. Aku kaget.
“Aku
nggak tahu harus kemana, kita kan cuman mau biarin Sehun-san sama Sae berdua
jadi aku nggak mikir kita akan kemana..” Aku tersenyum linglung dan menggaruk
rambutku yang tidak gatal.
“Pfft..
Bwahahaha!” Luhan tertawa lebar. Aku segera ingin menjotosnya –tapi aku nggak
mau wajah kawaii-nya terluka
gara-gara tanganku yang kasar ini. Luhan kemudian mengatur tawanya dan mulai
berbicara, “Sayaka-noona, bagaimana
kalau kita pergi ke pasar malam di sebelah sana?” tawarnya sambil menunjuk
kerumunan orang di sebelah kanan jalan. “Disana ada makanan enak dan games seru,”
lanjutnya.
“He?
Boleh? Tapi aku hanya bawa uang Yen dan beberapa won saja..” aku lemas. ‘Tau mau makan makanan enak, seharusnya aku
bawa kartu atmku saja. Ntar kan sekalian beliin buat Yuko sama Acchan’ aku
menggumam –pusing juga kalau dipikir.
“Aku
yang bayar, deh,” Luhan tersenyum.
“Hounto –eh, serius?” teriakku riang. ‘Aku bisa beli oleh-oleh buat Acchan, Yuko,
Miichan,.. akh! Aku lupa! Anggota AKB kan banyak! Kalau aku beli buat mereka
semua, nanti uang cowok kawaii ini
bakal abis!’ aku meracau dalam hati. ‘Aku
harus punya alasan untuk menolak ajakannya!’
“Shikasi, aku makannya banyak. Mending
nggak us–“
“Aku
yang bayar, noona,” ulang Luhan, lalu
tersenyum kembali.
Aku
mengalah. “Ha~ik, wakatta... Ttemo, kalau uangmu habis, jangan salahkan aku, ya!” ucapku sambil
memalingkan wajah. Pura-pura pasrah –tapi sumpah deh, aku senang akhirnya aku
bisa beliin oleh-oleh buat member AKB!.
Kemudian,
aku dan cowok kawaii bernama Luhan
ini berjalan menuju kerumunan itu. Ini pertama kalinya aku ke sebuah pasar
malam di Korea Selatan! Ternyata justru lebih bagus dari bayanganku!
Nuansa-nuansa tradisional mungkin tidak begitu terlihat –berbeda dengan di
Jepang– dan justru diganti dengan suasana modern. Tapi, tetap saja terlihat
keren dan kesan ‘Ini nih Korea Selatan’ masih tetap ada.
Aku ingin waktu berhenti....
Luhan, kenapa kau meninggalkanku?


Komentar
Posting Komentar