[Hanna & Cerpennya 11] She's mine, However She Wears! (FF EXO x AKB48) - Chapter 03
She’s mine, however she wears!
Main Cast :
- - Luhan ex-EXO
- - Sayaka ex-AKB48
Other Cast :
- - Sae SNH48
- - Sehun EXO
- etc.
***
Luhan
menggeleng lalu tersenyum –matanya terlihat menyipit, itu artinya dia tersenyum
kan?. Ia kemudian mengambil handphone dari sakunya dan mengetik sesuatu.
Kemudian, aku dan cowok kawaii bernama Luhan ini berjalan menuju kerumunan itu. Ini pertama kalinya aku ke sebuah pasar malam di Korea Selatan! Ternyata justru lebih bagus dari bayanganku! Nuansa-nuansa tradisional mungkin tidak begitu terlihat –berbeda dengan di Jepang– dan justru diganti dengan suasana modern. Tapi, tetap saja terlihat keren dan kesan ‘Ini nih Korea Selatan’ masih tetap ada.
------ Chapter 03 -------
Tiba-tiba
Luhan berhenti. Aku bingung, ‘Kenapa ini
anak?’ gumamku dalam hati. Ia memperlihatkan gelagat seperti mengantisipasi
sesuatu; menggunakan tudung jaket dan memasang penutup mulutnya.
“Ne, daijoubu? Kamu nggak apa-apa? Kalau
kamu nggak enak badan, akan ku antarkan ke apartemenmu,” celetukku cemas
menggunakan bahasa Korea seadanya dicampur Jepang-jepangan.
To : Sayaka
I’m okay. It’s just an anticipation from my fans. It’ll be dangerous for you if they know me with another girl, they will be stalking and disturbing you.
Aku
mengangguk, faham dengan situasi cowok kawaii
ini. Hampir saja aku lupa kalau dia adalah member boyband yang sedang terkenal!
Lalu
kami berdua melanjutkan perjalanan kami. Luhan menepuk bahuku pelan, kemudian
menunjukkan sebuah kedai sederhana yang ada di seberang jalan. Mirip seperti
kedai ramen di Jepang, ku rasa. Tetapi, tetap saja terasa lebih modern kedai
disini.
“I-a-na
nak,” ucap Luhan. Aku menggaruk kepalaku yang tak gatal, nggak ngerti apa yang
dia ucapin. Luhan kemudian menggunakan bahasa isyarat. Telunjuknya mengarah ke
kedai itu, lalu ia mengacungkan jempol.
Aku
manggut-manggut paham. “Oh, souka! Yosh, letssu goo...! ayo ke sana!” ucapku bersemangat.
Kami
berjalan menuju kedai itu. Sesampainya di kedai, kami berdua menghabiskan waktu
dengan mengobrol tentang pekerjaanku dan si kawaii
boy itu – ups! Maksutku Luhan. Luhan
sangat lembut, tingkahnya juga sangat sopan. ‘sangat berbeda denganku yang super kacau’ gumamku sambil terkekeh.
“Ada
apa, Sayaka-noona?” tanyanya. Mungkin
dia bingung melihatku terkekeh sendiri.
Aku
menggelengkan kepala. “Daijoubu. Oh
iya, daritadi kamu memanggilku ‘Sayaka-noona’
terus, jasto sei Sayaka itsseo faine! Gwaenchana.. gwaenchana...
Sayaka saja gakpapa kok!” ucapku sambil mengacungkan jempol. “..dan, apa itu
tambahan ‘-noona’ dibelakang namaku?”
“Noona itu honorific yg menandai kalau
Sayaka-noon –
Aku
melotot tajam.
....ah,
maaf. Maksutku Sayaka lebih tua dariku, dan aku menghormatimu,” ralat Luhan, ia
menggaruk kepalanya. Aku ingin tertawa melihat tingkahnya.
“Luhan-san benar-benar lucu ya!”
“Panggil
aku Luhan saja, Sayaka,” ia tersenyum manis. ‘Kyaaahh lihat senyuman itu! Lihat lihat lihat lihat lihattt!! Aku
benar-benar ingin memakannyaaah!!’ pikiranku sangat brutal melihat cowok
cantik itu tersenyum. Seperti malaikat! Tidak, bahkan seperti kue mochi! Aku
ingin memakannya sekarang. Tahan, Sayaka. Jangan kehilangan kendali disaat
seperti ini, baka!
“Kamu
benar-benar lucu, Luhan! Menarik seperti malaikat! Aku yakin kamu sudah punya
pacar,” tebakku asal. Aku memakan camilan manis yang disediakan kedai itu.
Enyakk!
Luhan
tersenyum jahil.
OMO..!!?! Apa aku salah bicara?!
“Aku
belum punya satupun. Ada apa, Sayaka? Kau mau mendaftar jadi pacarku?” ia
tersenyum nakal. Aku terkejut. Siapa dia? Kenapa tiba-tiba wajah polosnya
berganti wajah dewasa seperti ini?! – Saecchan
ayo pulang ke Jepang sekaraaaangg!! Tidakkk!! – aku merasa aura iblisnya
kelihatan!
Tenangkan
pikiranmu, Sayaka!
“...etto.. aku bekerja sebagai idol dan
tidak berminat berpacaran. Terutama denganmu.... Luhan-san.....” gawat. Aku berkata kebalikannya! Aargh!
Luhan
menyernyitkan dahinya.
“Kenapa
tidak berminat padaku?” nadanya serius. Apakah aku benar-benar menyinggung perasaannya?
Bukannya
tidak berminat..... Hanya saja jika aku berpacaran sekarang, padahal posisiku
sebagai idol yang seharusnya hanya milik fansku saja, maka karirku akan
terancam. Dan siapa pula yang tidak mau berpacaran denganmu, Luhan-san?! Kau sangat lembut, keren, manis
seperti malaikat, member boyband ternama di Korea Selatan, dan bahkan terakhir
ku dengar dari Saecchan kau sangat pandai menyanyi dan menari! Siapa yang tidak
mau berpacaran denganmu, Luhan-san?
Hidup denganmu bagaikan hidup dengan salah satu malaikat!
‘Ah, andai aku bisa mengatakan hal tersebut
padamu..’ aku bergeming. Mulutku komat-kamit seperti ahli sihir mengucap
mantra. Luhan tetap memandangiku dengan tatapannya yang menusuk hati.
“A–
Ia
melihat ke arah jam tangannya,
“Sepertinya
mereka sudah selesai berbicara.”, ia beranjak dari kursinya dan memakai hoodie yang ia
gantungkan di belakang kursinya. “Ayo pergi ke tempat Sehun-ah dan Miyazawa-noona, Sayaka,” Luhan tersenyum. Senyum kecut. Ia menuju ke tempat
kasir dan membayar minuman serta makanan yang kami makan. Ia kemudian memakai
penutup kepalanya. Satu hal yang membuatku tertegun...
Ia
meninggalkanku di belakangnya.
Padahal tadi dia bahkan menyuruhku untuk berjalan di
depannya.
Langkahnya
sangat cepat seperti terburu-buru.
Seakan-akan
aku tak berada di dekatnya.
Luhan... ada apa?
Jangan tinggalkan aku, Luhan.


Komentar
Posting Komentar