[Discuss with Me! 02] Ketika Wanita Berjuang....
Minggu-minggu di bulan Maret yang biasa ditemani oleh teriknya panas matahari, beberapa dekade terakhir ini justru diselimuti oleh rintiknya air.
Selamat hari minggu, sobat!
Tumben sekali saya posting selama seminggu dua kali. Hmm... mungkin karena sedang ingin bercengkrama tapi tak ada sosok yang ada setiap waktu untuk diajak berdiskusi ya? Hehe.
Next!
Pernah melihat gerakan-gerakan emansipasi wanita akhir-akhir ini? Sering- jika dibanding dulu. Tapi sebenarnya arti dari emansipasi wanita itu bagaimana sih? Penyetaraan gender di lingkungan pekerjaan? Ah, sudah biasa, bahkan sepertinya sudah banyak yang menerapkan hal tersebut. Penyeteraan hak di society a.k.a masyarakat luas? Sudah banyak juga kok. Bahkan kemarin saya sempat melihat para wanita-wanita hebat sedang memimpin jalannya diskusi sebuah proyek.
Lalu bagaimana dengan penyetaraan hak perihal urusan hati?
Sepertinya.... belum.
Di masyarakat negara +62 ini masih banyak kita jumpai seorang wanita yang enggan chat duluan, cenderung tidak mau dating kalau nggak dibayarin sama pacarnya, dll. Semuanya dengan alasan "Aku kan cewek..."
Well, girl, kamu memperjuangkan emansipasi wanita tapi kamu sendiri masih mengkotak-kotakkan hak dan kewajiban seseorang berdasarkan gender-nya. Are you stupid?
Begini deh, kalau kamu kangen ya chat aja duluan. Tidak perlu merasa "Aku kan cewek...". Sampaikanlah jika memang itu sesuatu yang ingin kamu sampaikan. Lakukanlah jika memang itu sesuatu yang ingin kamu lakukan terhadap pasanganmu. Simple, tidak usah dibikin ribet. Minder lah, gengsi lah, makan itu gengsi.
Lama-lama bakal ada gerakan Emansipasi Pria juga nih. Just kidding.
Emansipasi wanita..
Gerakan wanita..
Perjuangan seorang wanita...
Saya sendiri adalah tipikal wanita yang susah 'menyukai' seseorang jikalau dari awal saya tidak tertarik terlebih dahulu. Maka saya cenderung menjadi seseorang yang 'berusaha tampil menarik' agar lawan jenis tersebut tertarik juga terhadap saya.
EHM.
Ini bukan berarti saya tidak laku ya, wan-kawan.
Hebatnya saya malah sering mendapat ajakan untuk berkencan, ya walau ujung-ujungnya saya tidak pernah menerima ajakan tersebut. Karena 'prinsip' hati saya itu lah yang membuat saya enggan melirik seseorang sebelum saya tertarik terhadap orang tersebut terlebih dahulu. Pretty complicated, right? Maaf maksud saya bukan untuk menyombongkan diri. Tetapi karena ada hal yang ingin saya tekankan lewat intermezo tersebut. Yap, 'berusaha tampil menarik'.
Jika teman-teman disini merupakan sosok yang satu tipe dengan saya, well, I feel you sistah!
Menjadi sosok yang selalu berharap bahwa suatu saat dia akan tertarik, mulai belajar masak berharap dia suatu saat akan makan masakan kita, menjadi lebih semangat belajar, mulai berani mengikuti segala event yang dapat meng-upgrade diri agar nantinya pantas disamping dia atau setidaknya agar dia tertarik.... hal-hal itu menurut saya bagian dari "Perjuangan Seorang Wanita"
Para pembaca pria, sadarkah kalau wanita anda juga sedang berjuang untuk membuat kalian menjadi satu? Ntah apapun cara-caranya, saya harap anda menghargai segala perjuangan mereka. Dan untuk para pembaca pria yang belum memberikan kejelasan hubungan kalian kepada seorang wanita -yang anda tahu bahwa dia sedang berjuang untuk anda- segera beri dia keputusan. Anda tidak tahu, mungkin besok ada seseorang laki-laki yang akan menjemput dia, memberi dia kejelasan. Anda tidak tahu, 3, 4, 5 tahun lagi dia sudah menjadi sosok yang menurut dia pantas di sisi anda, tapi ada laki-laki lain yang lebih menghargai dia daripada anda yang hanya bisa menggantungkan perasaannya. Nobody knows.
Karena sejatinya, aku pun, ingin mendengar ucapan "Terima kasih sudah berjuang untukku, sekarang giliranku memperjuangkanmu, Hanna."
Regards,


Komentar
Posting Komentar