[Discuss with Me! 03] Tentang hidup

Assalamualaikum.




Halow semua!

Di kesunyian malam ini, ketika sedang asyik-asyiknya berkutat dengan berlembar-lembar proposal dan LPJ yang minta segera dikoreksi, rentetan surat, tumpukan tugas, dan slide PPT yang berlapis-lapis sembari ditemani susu cokelat dingin, sesuatu terlintas di pikiranku.

Gatal rasanya jika tidak sesegera mungkin membuka laman blogspot dan menuangkan segalanya.

Oke, mari kita mulai diskusinya.





.
.
.

Pernahkan teman-teman berpikir bagaimana teman-teman akan menjalani hidup ini? Dengan cara mengerahkan segala waktu dan tenaga kalian untuk hal-hal yang ingin kalian capai, atau hidup mengalir seperti air?

Sebenarnya, apa itu hidup?
Tujuan kita hidup untuk apa?
Untuk siapa kita hidup?
Mengapa kita masih saja hidup sampai sekarang?

Hidup, menurutku sendiri, adalah sebuah proses dan perjalanan. Tujuannya? Setiap orang memiliki versi yang berbeda-beda. Tapi bagiku, aku ingin hidupku menjadi sebuah proses dan perjalanan dimana nantinya aku dapat menjadi pribadi yang memiliki pola pikir dewasa, kritis dan tanggung jawab -tak memandang kapan aku akan mendapatkan kesempatan untuk bisa memiliki pola pikir seperti itu. Bisa jadi 20 tahun ini aku bisa, atau 40 tahun nanti aku baru mendapatkannya? Tidak ada yang tahu.

Pada intinya, hidup ini memang hanya tentang belajar. Belajar, berproses, untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan. Akan tetapi, sebenarnya semua manusia jika diambil benang merahnya, mereka akan mendapatkan sesuatu dari proses tersebut, apapun goal setting-nya, yaitu tentang mengenal pribadi mereka jauh lebih dalam, memahami pola pikir diri sendiri, menuju kestabilan emosional. Ya... karena pada hakikatnya suatu elektron pasti akan selalu bergerak demi menuju kestabilan.... dapat dikorelasikan kan bahwa kita juga pasti memiliki tujuan itu juga?

'Menuju kestabilan' - ntah itu dalam bentuk emosi kita, tingkah laku, pola pikir, ataupun iman kita.

Sekedar intermezzo, aku ingin mengucapkan rasa syukur yang sedalam-dalamnya sekaligus takjub kepada Sang Pencipta kita. Karena sesungguhnya dari materi terkecil pun Allah SWT sudah menentukan tujuannya, apalagi kita? Masya Allah.

Oke kembali lagi. Agak berputar-putar ya? Ah, tak apa lah. Semoga kalian tetap bisa mengambil hal-hal baik yang ada.
Dari berbagai macam tujuan-tujuan yang terpampang nyata, ada beberapa individu juga yang lebih memilih untuk hidup seperti air. Mengalir. Dulu, aku seseorang yang tidak menyukai prinsip itu. Karena menurutku prinsip 'mengalir' itu hanya untuk orang-orang yang tidak memiliki niat dan keinginan untuk mendapatkan apa yang dia mau. But, once again I'm wrong.

Thanks to Kak Gita Savitri.
Sekarang saya lebih mengerti terhadap prinsip tersebut. Cobalah untuk tidak memandang sesuatu hanya berdasarkan pada satu pola pikir, coba untuk memandangnya dari sudut-sudut yang lain juga. Jika dilihat, orang-orang yang memegang prinsip itu, bukan seseorang yang tidak memiliki keinginan kuat, tetapi mereka memilih untuk hidup dalam ketidakpastian yang ada dan cenderung lebih siap menerima segala tantangan yang diberikan oleh dunia. Contohnya seperti sekarang, lapangan pekerjaan di dunia sekarang berubah. Orang-orang dituntut memiliki berbagai kompetensi diri, kamu tidak bisa hanya mengandalkan ijazah yang ada. Softskill akan mempengaruhimu kedepannya. Atau jangan-jangan hobi yang tadinya hanya sekedar hobi dapat menjadi ladang kesuksesan untukmu? Dunia itu dinamis. Dan orang-orang yang mengalir itu adalah orang-orang yang dinamis, mereka mengikuti perkembangan dunia.

Setelah menimbang-nimbang lagi, kalian lebih memilih...

Hidup tertata dan berusaha maksimal untuk mengejar cita tetapi tidak ada kejutan di perjalanan kehidupan itu

atau

hidup mengalir seperti air, mengambil segala kesempatan yang ada, penuh kejutan tetapi tidak ada arah yang pasti?

Komentar

Postingan Populer